Pages

Selasa, 15 Juli 2014

Ketika Sepakbola Telah Dianggap Menjadi Agama, Maka Kekalahan Haram Hukumnya

Ditulis tanggal 13 Juli 2014

Kekalahan beruntun yang menimpa tuan rumah Brasil pada pergelaran akbar Piala Dunia tahun ini bak tamparan keras yang menghantam seluruh rakyat Brasil. Kalah 1-7 dari Jerman di babak Semifinal dan harus merelakan tempat ke-3 untuk Belanda setelah dicukur tiga gol tanpa balas jelas bukanlah hasil yang dapat diprediksi semua orang. Brasil, pemegang lima kali gelar Piala Dunia yang digadang gadang akan mampu memperoleh gelar ke enamnya tahun ini seakan tak berdaya menghadapi dua laga krusial tersebut. Kekuatan negeri Samba seperti hilang terbawa udara Brasil yang panas. Tim Nasional dibuat babak belur di depan ratusan ribu supporter yang memadati stadion. Kekuatan sepak bola Brasil yang konon tersohor seantero jagad ini ternyata tak berdaya dan tumbang begitu saja.

Selasa, 17 Juni 2014

Mengenang Satu Tahun SBMPTN



Ditulis tanggal 16 Juni 2014

Hari ini saya kembali ke kampus setelah satu minggu pulang ke kampung halaman. Keadaan kampus hari ini terlihat lebih ramai daripada hari-hari biasanya. Saya banyak menemui wajah-wajah asing yang tidak pernah terlihat di kampus sebelumnya. Mulai dari anak seusia saya, anak di bawah usia saya, sampai orang tua banyak berjalan kesana kemari. Hal ini tidak mengherankan mengingat besok akan diadakan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau orang awam menyebut ujian tulis untuk masuk perguruan tinggi. Calon mahasiswa yang tidak diterima pada seleksi SNMPTN yang lalu, akan mencoba menggunakan jalur SBMPTN ini untuk dapat masuk perguruan tinggi pilihan. Meski demikian, persaingan di SBMPTN akan lebih ketat daripada SNMPTN karena jumlah pendaftar sangat banyak sedangkan kursi yang diperebutkan lebih sedikit.

Kamis, 22 Mei 2014

Suara Malaikat

Akhir-akhir ini, hutan tempatku hidup serasa sepi. Burung-burung yang biasa berkicau menyambut mentari pagi, sekarang ini seperti enggan bersuara. Pak kijang yang sering berlari kesana kemari, melintasi padang rumput dan semak belukar beberapa hari terakhir tak ku lihat wujudnya. Paman ular juga begitu. Tak biasanya ia absen patroli keliling hutan seperti ini. Aku rindu melihat bulu indah si cendrawasih yang sering bertengger di atas pohon. Kemana mereka semua pergi? Apakah mereka sedang sakit? Ataukah sedang pergi ke hutan lain? Sudah berkilo-kilo aku mengarungi hutan ini, tak satupun kawan kutemui. Aku merasa kesepian. Hutan ini terasa begitu jauh dan besar tanpa kehadiran mereka. Apakah semua ini gara-gara rumor itu? Entah siapa yang pertama kali menyebarkan, tapi rumor itu menyebar dengan cepat ke semua penghuni hutan. Kemarin aku melihat raja singa muram di singgasananya. Tampaknya ia juga tengah memikirkan rumor ini. Tak biasanya aku melihat raja singa bermuram durja. Jangan-jangan rumor tersebut memang benar adanya?