Pages

Sabtu, 09 Januari 2016

Pesan untuk Raga



Raga, jangan pernah kau kecewakan Jiwa

Raga, jangan kau tak hiraukannya

Tak usah selalu kau dengar apa yang Pikir kata

Karena semesta terlalu luas dijangkau logika

Dengarkan suara Jiwa

Meskipun ia selalu merengek dan menuntut

Meskipun ia selalu mengusik dalam kenyamanan diammu

Namun disanalah, tempat Tuhan bisikkan pesan

Raga, percayalah

Tak ada Jiwa yang berdusta





Sabtu, 26 September 2015

Sistem Tuhan, Mengabdi tak Sepenuhnya Memberi!

Ditulis tanggal 27 September 2015 

3 serangkai ^__^

Hari ini (Sabtu, 26/9) adalah untuk yang kesekian kalinya aku mengikuti program Brawijaya Mengajar, sebuah program pengabdian masyarakat untuk mengajar di sekolah dasar di daerah yang masih tertinggal. Jika kau tahu gerakan Indonesia mengajar, maka gerakan ini hampir sama dengannya, hanya skalanya lebih kecil. Ada 3 SD yang menjadi binaan Brawijaya Mengajar, SDN Srimulyo 2 di Kecamatan Dampit, dan SDN 3 Ngabab serta MI Miftahul Ulum di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Seperti biasa, hari Sabtu adalah waktu kami beraksi. Di saat teman-teman kami yang lain masih bergulat manja dengan selimut dan gulingnya, kami para pengajar sudah siap menuju ke tempat pengabdian. Sabtu ini, aku kebagian mengajar ke MI Miftahul Ulum. Pukul 05.30 sepeda motor kami sudah mulai berjalan meninggalkan kampus tercinta tempat kami biasa berkumpul. Bukan kali pertama aku mengunjungi MI Miftahul Ulum. Ini adalah yang ketiga kalinga. Meski demikian, di setiap kedatanganku, selalu ada cerita menarik yang selalu berbeda setiap minggu, termasuk yang akan kuceritakan sebentar lagi. Cerita dan pengalaman yang membuatku tak bosan untuk datang ke sini lagi.

Sabtu, 16 Mei 2015

Kugantung Mimpi di Brawijaya

Ditulis tanggal 22 July 2013

lihat langitnyaaa :o 

Mengapa saya memilih Universitas Brawijaya? Sebenarnya, tidak ada alasan khusus mengapa saya memilih Universitas Brawijaya sebagai labuhan selanjutnya untuk menuntut ilmu. Bagi saya, dimana tempat kita melanjutkan belajar setelah lulus SMA bukanlah yang terpenting. Meskipun secara jujur saya juga memiliki universitas-universitas impian tapi saya tidak memaksakan diri harus bersekolah di Universitas A atau Universitas B apalagi sampai menghalalkan segala cara agar dapat masuk di dalamnya. Asalkan universitas tersebut telah terakreditasi secara nasional dan memiliki fasilitas serta sarana prasarana yang bagus, maka hal itu sudah cukup bagi saya. Daripada memilih nama universitas, saya lebih fokus memilih jurusan apa yang akan saya ambil. Menurut saya, hal ini jauh lebih penting daripada almamater itu sendiri. Jurusan yang kita ambil itulah yang akan berperan besar menentukan masa depan kita selanjutnya, karena seperti yang sering dikatakan tokoh –tokoh pendidikan, masa kuliah adalah masa awal untuk menuju dunia kerja.